
Langkat, 7 Maret 2026 – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., melakukan kunjungan ke sejumlah situs cagar budaya peninggalan Kesultanan Langkat di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Sabtu (7/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperhatikan, melestarikan, dan mempromosikan warisan sejarah serta budaya daerah.

Dalam kunjungannya, Menteri Kebudayaan terlebih dahulu mengunjungi kompleks pendidikan bersejarah Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat yang merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Sumatera Utara dan memiliki hubungan erat dengan sejarah Kesultanan Langkat. Di kawasan tersebut juga berdiri beberapa lembaga pendidikan seperti Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, serta Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Jam’iyah Mahmudiyah yang hingga kini masih aktif menyelenggarakan pendidikan keagamaan bagi masyarakat.
Selain meninjau lembaga pendidikan, Menteri Kebudayaan juga berziarah ke makam ulama kharismatik Syekh Afifuddin yang dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama di Sumatera Utara. Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan terhadap tokoh ulama yang memiliki peran besar dalam perkembangan dakwah Islam di wilayah tersebut.Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan meninjau sejumlah situs bersejarah lainnya, seperti Masjid Azizi yang merupakan masjid ikonik peninggalan Kesultanan Langkat dan dikenal sebagai salah satu masjid bersejarah di Sumatera Utara. Menteri Kebudayaan juga mengunjungi Kolam Raja Kesultanan Langkat yang dahulu digunakan ↓ sebagai tempat pemaan keluarga kerajaan.

Kunjungan tersebut ditutup dengan peninjauan ke Museum Daerah Kabupaten Langkat yang dulunya merupakan Gedung Kerapatan Kesultanan Langkat. Bangunan bersejarah ini kini difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah terkait perjalanan Kesultanan Langkat dan perkembangan masyarakat di daerah tersebut.
Melalui kunjungan ini, Menteri Kebudayaan menegaskan pentingnya menjaga dan merawat warisan sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa. Situs-situs peninggalan Kesultanan Langkat dinilai memiliki nilai sejarah, budaya, dan pendidikan yang sangat penting, khususnya dalam menggambarkan perkembangan peradaban Islam dan kebudayaan Melayu di Sumatera Utara.
Kunjungan ini diharapkan dapat semakin mendorong perhatian terhadap pelestarian cagar budaya serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan sejarah untuk generasi mendatang.





