Pada jum’at 27 Mai 2026 Prof. Dr. Fachruddin Azmi MA ketua Bidang Pengkajian Penelitian dan Pengembangan MUI.SU dalam kutbahnya di Masjid Al Ikhlas Tanjung Anom Kabupaten Deli Serdang mengemukakan kualitas hidup tidak boleh hanya diukur dengan kesejahteraan lahir atau keberhasilan material dan kemajuan teknologi yang menyertainya. Sering harta yang melimpah dan kehidupan berkecukupan dari aspek material ekonomi dan teknologi justru menimbulkan keresahan kecemasan dan dekadensi moral serta rasa tidak aman tidak tenang dan tidak puas, rasa kekurangan dan tidak berkecukupan. Ternyata dalam banyak kasus dan tempat keadaan itu berbanding lurus dengan meningkatnya tingkat stress, berbagai kejahatan sosial dan tindak pidana serta kasus criminal. Lebih lanjut Prof Azmi menyatakan fakta itu menjadi bukti tak terbantahkan saat ini kita makin banyak mendapat informasi berbagai kejahatan sosial dan penyimpangan moral, masalah sepele saja membuat orang tega membunuh , percekcokan rumah tangga penyimpangan sex, korupsi dalam jumlah yang besar serta mafia kejahatan merajalela.

Bahwa kualitas hidup yang terbaik indeksnya tidak bisa hanya aspek lahiriah saja bahkan aspek batiniah sangat menentukan dan harus menjadi fondasi utamanya. Membangun fondasi yang kuat dan kokoh harus diawali dengan memperkuat kesadaran dan tekad baik secara induvidu maupun komunitas untuk mewujudkan kehidupan yang berkah. Kehidupan yang berkah adalah soko guru masyarakat adil makmur dan profil hidup masyarakat Pancasila.

Kehidupan berkah adalah kehidupan yang tenang, tenteram , damai kertaraharja dan secara berke lanjutan bertambah baik dan bermanfaat , bahagia dan sejahtera lahir bathin. Mengalami proses dan situasi kondisi ziyadatul khair. Kualitas ini tdak tumbuh dan wujud begitu saja. Kehidupan berkah tercipta dari sikap hidup dan mind set insan paripurna (muttaqun) Allah SWT menyatakan kualitas SDM yang paling baik sekaligus paling mulia adalah yang paling Taqwa. Pada khutbah tersebut Prof.Dr.H.Fachruddin Azmi yang juga adalah Pembina Syiar Informasi Indonesia itu menguraikan lima pilar utama membangun kualitas hidup berkah yaitu:

(1) Memperkokoh keimanan dan taqwa dengan mengaplikasikan karya kemanusiaan (amal shaleh ) dalam skala kecil pada diri dan skala besar pada masyarakat dan bangsa.

(2) Mengelaborasi nilai nilai kebajikan dan kebaikan yang besumber dari Al Qur an dan Hadist untuk sebesar besarnya manfaat dan kemashlahatan pada sistem kehidupan induvidu, keluarga masyarakat , berbangsa dan bernegara.

(3) Menumbuhkan kultur disiplin, jujur dan amanah dan semangat saling hrga menghargai, kerjasama dan musyawarah.

(4) Bersikap produktif dengan mensyukuri dengan meningkatkan daya guna dan hasil guna setiap potensi dan asset sebagai rahmat dan karunia Allah.

(5) Membangun dan memperkuat Silatur Rahmi dengan meningkatkan kepedulian sosial,infaq sedeqah , zakat dan aktvitas sosial dengan nilai ibadah Qurban yang bermanfaat dan berdampak kemashlahatan umat.

Menutup khutbahnya Prof.Dr.Fachruddin Azmi MA yang juga Pembina YPT Jamiah Mahmudiyah tersebut menghimbau semua induvidu Muslim dalam kapasitas apapun agar menitik beratkan upaya mewujudkan lima pilar tersebut terutama dalam membina keluarga dan generasi muda serta mengimplementasikan pada renstra pembangunan seluruh sector kehidupan bangsa terlebih lagi dalam menyongsong tahun baru 1448 Hijriyah yang tentuya diharapkan kualitas hidup umat semakin lebih baik dari tahun 1447 Hijriah ini.

Leave a Comment

Kerjasama

Mitra kerjasama

Institut Jam’iyah Mahmudiyah Bekerjasama dengan Institusi Swasta dan Lembaga Pemerintahan.

Ada pertanyaan?

Jika anda memiliki pertanyaan tentang Institut Jam’iyah Mahmudiyah, jangan ragu untuk menghubungi kami.

(061) 8960934