Prof.Dr. Fachruddin Azmi,M.A ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI SU yang juga Ketua PB Jamaiyah Mahmudiyah Li Thalabil Khairiyah (suatu organisasi Pendidikan Dan Kemasyarakatan yang berdiri tahun 1912 } bersama dengan Rektor Institut Jamaiyah Mahmudiyah Dr.Muhammad Saleh,M.A. pada tanggal 10 September 2026 menghadiri acara Temu Ilmiah dan Bedah Buku yang bertema “Menggagas Tafsir Al-Qur’an Mutakamil dan Solutif (Mengurai Ayat Merangkai Makna)” dalam rangka persembahan 60 tahun Prof. Dr. H.M. Jamil, MA yang diselenggarakan oleh Dewan Fatwa Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah di Hotel Madani Medan. Acara ini cukup meriah Hadir bersama Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. K.H. Masyhur ilmu Khamis, SH., MM memberi sambutan secara virtual melalui zoom, sebagi Keynote Speech Sekjen PB Al Jam’iyatul Al Washliyah sekaligus Guru Besar Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Saifuddin Herlambang, MA, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Dr. H. Maratua Simanjuntak , turut Hadir juga Bpk.Dr.Arso, Asnan Syarif Ketua Umum PW Mathlaul Anwar yang juga Sekertaris Dewan Pertimbangan MUISU Mewakili Rektor UINSU Prof.Dr.Muzakkir,MA dan beberapa guru Besar UINSU dan guru besar Tasir Prof. Zainal Arifin,Lc.MA, Prof.Dr.Ahmad Zuhri,MA , Sekretris Umum MUI Prof.Dr. Ardiansyah ketiganya sebagai pembedah buku, Beberapa ketua DP MUI diantaranya Dr. M.Nasir Lc.MA, Drs. Muhammad Hatta, Dr.Akmaluddin Syahputra MA terlihat cukup banyak tokoh agama Sumut hadir dalam acara temu ilmiah dan beda buku ini.
Prof. Azmi pada sesi terakhir berkesempatan Menyampaikan ucapan tahniah kepada Prof. Dr. H.M. Jamil, MA atas ulang tahun ke 60 dengan ucapan barakallah fi Umrik. Semoga terus berkonstribusi untuk pengembangan keilmuan khususnya dalam ilmu tafsir Ahkam . Prof.Fachruddin juga menyambut bangga peluncuran buku persembahan 60 Tahun untuk Prof,Dr. H.M.Jamil M A dan menyampaikan apersiasi yang tinggi atas Gagasan untuk adanya Tafsir Mutakamil dan Solutif sebagai diusung Prof.Jamil adalah sangat penting dan strategis tersebut.
Temu ilmiah ini sangat menarik dan banyak memberikan informasi penting tentang perkembangan ulumut tafsir. Namun menyinggung penggunaan Kata tafsir Mutakamil menuerut prof Fachruddin perlu di garis bawahi jika dimaknai tafsir yang sempurna mungkin tidak atau kurang tepat Para mufassir sepakat tidak ada satupun kitab tafsir yang dapat mencapai derajat sempurna dan utuh secara mutlak . Hal ini disebabkan kemampuan manusia menangkap dan memahami makna dan maksud Allah SWT secara utuh sangat terbatas , Tafsir sebagai Upaya Istimbat Apham, dan Maqasid serta Ahkam dan sumber dari uoaya menggali keutamaan makna , maksud dan hidayah Allah SWT dengan cara Istantiqil Qur an. sangatlah terus bertumbuh dan dinamis . Jadi jika disandangkan sebagai tafsir mutakmil dalam makna tersebut seolah suatu klaim sempurna dan utuh tidak tepat atau kurang cocok. Namun dalam perkembangan ulumut tafsir kecenderungan untuk lahirnya tafsir yang terpadu dan kon[erhensif serta holistic (Syamil} menjadi obsesi yang kuat dan kebutuhan utama dewasa ini. . Kecenderungan itu tampak dari Upaya mufassir kontemporer melahirkan tafsir yang terintegrasi. Baik dalam methodologi yang dipadukan atau dikombainkan antara tahlili ,Ijmali,Maqarin atau dari dari segi corak dipadukan bil makstur, ra;yi atau ilmi dan falsafi. Ataupun pendekatan maudu’I, maqasidi yang belakagan ini berkembang dan dapat sambutan cukup baik sebagaimana dikemukakan keynote Speech Prof Syaifuddin Herlambang dan memadukan dengan pendekanan adabul ijtima’i yang dikembang Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha .
Prof.Fachruddin Sangat mengapersiasi dan berharap uoaya ini menjadi bahagian utama dari lahirnya Tafsir komprehensif ( Syamilah) karena di Era Destruptif ini . Masyarakat Memerlukan Penafsiran Al Qur an Yang Sesuai dengan Kondisi Dan mampu menjawab Problematika kehidupan social , berbangsa , bernegara dan konteks kehidupan Global.
Lebih lanjut harapan kita semua Semoga gagasan Prof.Jamil ini menjadi bahagian penting dari adanya Tafsir Al Qur an komprehensif tersebut kedepan.
Ditempat terpisah pada acara ahad pagi dua pekan sebelumnya pada acara copy morning bersama beberapa tokoh Jamaiyah dan guru besar melayu Prof,Dr.Fachruddin juga menygemukakan bahwa puak Melayu harus bahu membahu memajukan dan meningkatkan eksistensi , dan kualitas Institutut Jamaiyah Mahmudiyah sebagai Perguruan Tinngi yang berkelas dan Kembali menjadi pusat pertumbuhan dan pembaharuan Pendidikan Islam di Tanah air. Perlu dukungan agar dari rahimnya lahir lebih banyak ulama dan muffasir serta ilmuan saat ini leboh dari 20.000 alumni Jamaiyah yang berkiprah diberbagai bidang dan tercatat ada 42 Putera /I terbaik kabuotenLangkat yang menyandang guru besar dan lebih dari 60 orang berpredikat doctor dalam berbagai disiplin ilmu sebahagian besar berasal dari alumni jamaiyah ,. Keberadaan mereka adalah asset dan potensi yangs angat berharga untuk dapat mendukung kemajuan danpembanguan daerah





